Selasa, 14 Oktober 2014

Kasus "bisnis yang tidak beretika" (pertemuan ke-1)


Tugas kasus “bisnis yang tidak beretika”

KOMPAS.com  - Salah satu perusahaan mainan terbesar di Inggris, The Entertainer, memutuskan untuk menarik seluruh aksesori produk mainan yang kini sedang tersohor di dunia anak-anak, yaitu LB  atau LC.
Keputusan yang diambil oleh The Entertainer ini, berlandaskan hasil dari investigasi penuh mengenai kecurigaan atas deteksi zat kimia berbahaya penyebab kanker  bernama phthalates yang terdapat pada aksesori gelang warna-warni yang bisa dirangkai sendiri oleh anak-anak.  
Pemeriksaan dan penelitian lanjutan yang dilakukan oleh BBC Midlands, menyatakan bahwa hiasan tambahan pada LB merupakan mainan berbahaya yang mematikan bagi penggunanya karena kandungan phthalates yang tinggi.
Seperti dikutip DailyMail, phthalates adalah material dasar untuk plastik yang berisiko tinggi terhadap kesehatan tubuh jika terhisap atau tertelan. Hal yang demikian tentunya rentan terjadi mengingat LB dikenakan sebagai gelang, kalung, hiasan rambut, dan bahkan tas selempang oleh anak-anak.
“Persoalan ini telah menjadi prioritas dari seluruh perhatian kami. Maka dari itu, kami mengumumkan bahwa produk kami ini kemungkinan besar mengandung phthalates,” ujar juru bicara The Entertainer.
“Bagi The Entertainer keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Jadi, sebagai pencegahan dan keselamatan mereka, kami telah menarik semua produk LC atau LB dari pasaran,” imbuhnya.
Perlu Anda ketahui, takaran phthalates yang diizinkan oleh Badan Pengujian Logam di Inggris hanyalah 0,1 persen, baik untuk produk plastik dan material mainan anak-anak. Nah, kandungan phthalates pada aksesori LB adalah 40 persen!
Setelah penarikan produk aksesori LB oleh The Entertainer, para peneliti menemukan banyak produk sejenis yang palsu  beredar di pasaran dan mengandung phthalates, beberapa di antaranya bikinan produsen dari Timur Tengah.

Komentar :
Pada kasus diatas menjelaskan bahwa ada berapa perusahan yang berusaha membuat produk yang sama dengan kata lain produk yang diciptakan tidak original, hal ini menimbulkan kecurangan dalam dunia bisnis, maka kasus ini dapat merugikan bagi semua pihak seperti pihak perusahaan yang memproduksi mainan LB atu LC, pihak konsumen, terutama anak-anak yang senang dengan permainan ini. Mungkin perusahaan ilegal yang memproduksi mainan ini tidak memiliki dampak yang disebabkan nya namun dalam dunia bisnis ini sangat berpengaruh bagi perusahaan yang memiliki label yang original yang memiliki kerugian pada brand, dan berkurangnya kepercayaan dari konsumen, dan kerugian ekonomi dalam memproduksi mainan ini,  karena pihak konsumen hanya bertuju pada perusahaan yang bersangkutan tidak melihat perusahaan ilegal yang memproduksi disebabkan masyarakat dan konsumen suka tidak teliti dalam membeli mainan, tidak pernah melihat label pada mainan apakah original atau tidak, lebih memilih harga murah ketimbang kualitas pada mainan tersebut, dan lain-lain. Hal ini lah yang membuat perusahaan lain memproduksi secara sembarangan dan tidak memperhatikan dampak yang telah dibuatnya. 
Jadi dalam dunia bisnis haruslah berhati-hati dalam persaingan yang tidak beretika ini, untuk dapat berhati-hati dalam melakukan bisnis setiap perusahaan yang memproduksi mainan haruslah memiliki label SNI atau label yang berhubungan untuk melindungi konsumen. Juga menunjukan bahwa mainan yang diproduksi adalah aman, perusahaan dan pemerintah harus berkerja sama untuk mengurangi kecurangan ini agar tidak merugikan bagi semua pihak. Dari pihak konsumenpun juga harus bijak dalam memilih dan membeli produk mainan lebih memperhatikan label yang tertera pada produk mainan apakah memiliki SNI, belilah mainan ditempat yang secara sah atau yang sudah memiliki surat izin  usaha oleh pemerintah, dan berhati-hatilah dengan harga yang murah, harga yang murah belum tentu menjamin keamanan dari barang yang bersangkutan, karena keselamatan dan keamanan mainan anak-anak sangatlah berharga ketimbang harga yang murah.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar