Kamis, 22 Maret 2012

Create Product or Services

Title          : Create Product or Service

Lecturer     : Nuke Farida

Members Of The Group :
· Albina Dini Astuty (10211541)
· Auli Fida Izdihar Pangesti (11211295)
· Lina Anggreni (14211101)
· Rizky Novianti (16211392)

Class         : 1EA10     
         
Clothing stain removers have become part of everyday life, especially in order to get clothes really clean. Unfortunately, clothing stain remover on the market in fact only adds to the amount of household waste from your home.
However, both types of clothing stain remover have in common. Yes! Both use the same chemicals as the content of clothing stain remover. Detergents can be imagined when it already contains many chemicals, and was coupled with other chemicals to add strength to remove the stain. How much household waste do you wash the produce in a day?

Stick Remover Golden-Friendly Environment

Benefit :

if you use a ball washer GoldenBall famous physics technology in washing clothes. In addition to selling price is cheap because of how it works, GoldenBall can also work together Stain Remover GoldenSpot maximum. The workings of the physics of these products can be a powerful stain remover for clothes you wear.

Function :

Stains on clothing problems that are often difficult to remove stains such as oils, sauces, coffee, tea, cosmetics sweat, blood and even though, can be removed completely by Stain Remover with GoldenSpot. How, after you smear the part with the GoldenSpot stubborn stains, you just wash the clothes as usual with GoldenBall. Both are going to be a clothing stain remover that is easy to use.

 Worthiness :

This product has been tested in the laboratory IPB and get a certificate of ISO 9001.. so this product is worth in use, especially for housewives.

price :

low cost, we give you the price of about Rp.16.000 - 18.000

Another advantage of this product :   

But it is especially, well GoldenBall and GoldenSpot has proven equally environmentally friendly. The washing water, for example, can still be used for washing cars or watering plants. So rather than add to the washing liquid waste at home, you actually helped save water and increase the amount of water contaminated by chemicals. Highly effective and efficient, is not it?

future of product :

People are always trying to create something new. Similarly, the rapid development of today's technology, so our expectations going forward, we hope this product is the best seller and is growing rapidly.

So, leave the old ways do you use to wash clothes, and begin to switch to using GoldenBall GoldenSpot as a stain remover and clothing as well as environmentally friendly. Let's keep our environment cleaner from now on !!

Selasa, 06 Maret 2012

My Biodata


Introduce my self
My name is Lina Anggreni, and my nick name is Lina. I live in Permata Depok, I’am the second child of two sisters.

Graduates

My school kindergarten in St. Lukas Jakarta
My Primary school in SDN Depok Baru 7
My junior high school in Siloam Depok
And my vocational high schools in SMK Setia Negara


Experience
I have a lot of experience but I am more interested in my experience in work experience during training in University of Indonesia because I felt happy and the place was not too far from my house. And during my training and work, I get paid enough and so many lessons I learned during the job training at the university of Indonesia. So I get good score in my certificate.

Strenght and weaknes
I have an advantage in doing any work of a secretary and may regulate theadministration office, but I have a deficiency in understanding the English language

Kebudayaan yang Mulai Memudar dalam Diri Generasi Muda

Indonesia termasuk negara berkembang yang terdiri dari pulau – pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Karena itulah Indonesia disebut negara kepulauan maka tidak heran juga terdapat berbagai macam aneka ragam hasil bumi dan kebudayaan di Indonesia. Bahkan menurut Koran yang saya baca, 11 situs yang ada di Indonesia termasuk dari 850 situs warisan budaya yang telah diakui oleh PBB, khususnya UNESCO yang mengurus pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Kebudayaan yang diakui tersebut antara lain adalah batik, wayang, keris, angklung, dan situs manusia purba sangiran. Meski kaya akan hasil bumi serta warisan budaya, Sumber Daya Manusia di Indonesia masih tergolong rendah, karena kurang meratanya pembangunan, pendidikan serta pendapatan perkapita. Hal itulah yang menyebabkan tidak seluruh masyarakat Indonesia bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi, bahkan ada yang tidak mampu meneruskan sekolah dasar. Namun terlepas dari itu, saya sangat bangga kepada masyarakat Indonesia yang mampu mempertahankan warisan budayanya di era globalisasi yang kian marak seiring berjalannya waktu. Maka tidak heran banyak generasi muda yang mulai meninggalkan kebudayaan Indonesia karena terpengaruh budaya luar, seperti diskotik, cara berpakaian, dan lain sebagainya.
Selain kebudayaan adat yang mulai ditinggalkan, budaya bangsa Indonesia yang terkenal ramah dan sopan dalam berlaku dengan sesama juga sedikit demi sedikit mulai terlupakan atau bahkan ditinggalkan oleh sebagian besar generasi muda. Kebudayaan tersebut antara lain seperti senyum dan menyapa sesama, gotong royong, dan juga musyawarah. Hal tersebut memang terdengar sangat sederhana tapi sangat berarti dan memiliki makna yang mendalam bagi kita orang -  orang Indonesia apalagi bagi generasi muda yang sedikit demi sedikit mulai terpengaruh budaya luar yang tak jarang menyimpang dari norma yang sudah ada di masyarakat. 

Senyum dan menyapa sesama
Indonesia merupakan bangsa yang identik dengan keramahan dan murah senyum kepada siapapun. Meski tidak terjadi pada semua generasi muda,  namun sekarang sudah jarang terlihat di masyarakat khususnya generasi muda penerus bangsa yang melakukan kebiasaan tersebut. Mereka cenderung menonjolkan bahkan memamerkan harta ataupun kekuatan yang mereka miliki dan kurang atau susah berinteraksi dengan sekitar tanpa pandang bulu. Apabila berinteraksi saja sudah susah apalagi mau berbagi senyum. Padahal dengan senyum kita juga bisa menambah keakraban dengan sesama.
                 Dulu                                                                                                       Sekarang
                                            









Gotong Royong     
Urusanmu ya urusanmu !! seperti itulah sifat sebagian besar generasi muda di Indonesia, hal itu bias terjadi karena minimnya perasaaan empati dan simpati terhadap sesama yang berada di sekitarnya. Hal ini dapat dibuktikan ketika diadakan kerja bakti di sebuah lingkungan, jarang sekali orang – orang muda yang turut ikut dalam kegiatan gotong royong tersebut, mereka cenderung lebih memilih pergi ke mall atau ke pusat hiburan lainnya.


 Musyawarah
Kini di Indonesia sudah jarang sekali kita melihat masyarakat bermusyawarah apalagi di kota – kota besar seperti Jakarkta. Sebagian besar penduduk kota baik muda ataupun tua banyak yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya dan cenderung memamerkan kelebihan yang ia milikiki kepada orang yang tarafnya hidupnya dibawah mereka. Padahal Dengan bermusyawarah seperti di desa-desa kita dapat menumbuhkan rasa saling percaya kepada sesama serta menciptakan rasa damai dan tentram. 






Reverensi semua gambar diambil dari :  www.google.co.id